Connect with us

Hukum dan Kriminal

Serem! Dalam Sehari, TEKAB 35 Tangkap 2 Pelaku ‘Cabul’. Kali ini, Gadis 17 Tahun di Tomsel…

TEKAB 35 kembali menangkap kasus kekerasan seksual terhadap anak, yang terjadi di Tomohon Selatan, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (08/9/2022).

Published

on

Pelaku ketika diamankan di Mapolres Tomohon

TOMOHON, – Marak kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur terjadi berulang-ulang kali di kota Tomohon.

Sebelumnya, pada Kamis (08/9/2022) pukul 14:30 siang tadi, Team anti bandit (TEKAB) 35 meringkus pria Tomohon utara lantaran menyetubuhi gadis belia 13 Tahun.

Hanya berselang beberapa jam saja, TEKAB 35 kembali menangkap kasus kekerasan seksual terhadap anak, yang terjadi di Tomohon Selatan, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (08/9/2022), Pukul 23:30, Malam tadi.

Adalah “Putri” (Nama samaran) gadis polos berusia 17 Tahun, diperkosa pria AM (20) asal Tomohon Selatan. Korban mengakui, pelaku telah berulang kali menyetubuhinya, bahkan sejak bulan Juli 2022.

Baca juga: Lagi, Gadis 13 Tahun Diperkosa Pria Tomohon Utara, Pelaku Dibekuk TEKAB 35!

Kapolres Tomohon, melalui Kasie Humas AKP Hanny Goni menjelaskan, kejadian ini bermula ketika Orangtua korban merasa curiga terhadap anaknya yang tidak pulang ke rumah semenjak Selasa (06/9/2022).

Diketahui, korban yang masih duduk di bangku SMA itu berasal dari Tombariri, dan sudah 3 hari tak kunjung pulang ke rumah.

Kemudian pada, kemarin, kamis (08/9) Orangtua korban mendapat informasi, anaknya berada di area Tomohon Selatan, tepatnya di rumah kediaman pelaku.

Dari Informasi yang diterima, menurut keterangan korban, dirinya keluar dari rumah dan pergi ke rumah temannya di Tombariri Timur.

Esoknya, Rabu (07/9), pelaku menjemput korban untuk pergi ke rumah pelaku di Tomohon Selatan. Setiba di lokasi, pelaku berkata kepada korban untuk beristirahat di rumahnya.

Saat itu, pelaku menjalankan aksinya. Bahkan menurut korban, pelaku sudah beberapa kali melakukan persetubuhan terhadapnya, dan dimulai sejak bulan Juli 2022, dan terakhir di lakukan pada tanggal 7 September 2022.

“Korban mengakui, pertama kali di setubuhi, pelaku melakukan dengan cara memaksa melepaskan (maaf) celana korban,” tutur Goni.

Menerima laporan tersebut, pada hari Kamis (08/9) Pukul 23.30 Wita, berdasarkan LP/B/452/IX/2022/Sulut/SPKT/Res-Tmhn  Team langsung melakukan pengembangan terhadap kasus Tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur.

Team langsung bergerak ke rumah dari terduga tersangka AM di Tomohon Selatan. Sesampainya di lokasi, pelaku tidak berada di rumah. Team pun melakukan lidik dan penyisiran di daerah tempat tinggal pelaku.

TEKAB 35 mengetahui pelaku sedang keluar jalan-jalan dengan korban. Team pun menunggu di sekitar rumah pelaku. Tak lama, terduga tersangka bersama dengan korban kembali ke rumah pelaku.

Team pun langsung mengamankan terduga tersangka bersama korban dan langsung menggiring pelaku Ke Mako Polres Tomohon untuk mempertanggung Jawabkan perbuatanya.

Richard Ering

Hukum dan Kriminal

Aktivis Muda ‘Kecam’ Kanzo Cafe! Dinilai Rusak Masa Depan Gen-Z di Tomohon

Published

on

Potret Suasana di Kanzo Cafe Tomohon

TOMOHON,– Prospek Generasi Muda di kota Tomohon ‘Terancam’. Pasalnya, kehadiran Kanzo Cafe beri efek negatif untuk masa depan anak muda, Khusus Generasi Z di kota Religius.

Hal itu dapat perhatian dari aktivis muda Tomohon Arter Moningka. Betapa tidak, anak-anak yang masih di bawa umur, dibiarkan bebas meneguk minuman keras (miras) oleh pemilik.

Parahnya pula, anak muda yang diketahui masih duduk di bangku sekolah dan belum cukup umur itu diberikan fasilitas untuk pesta miras hingga dini hari.

Arter Moningka menilai, kegiatan di Kanzo Cafe Tomohon tersebut sudah mengancam masa depan generasi muda di Kota Tomohon.

“Ini jelas sudah mengancam masa depan anak muda kita di sini. Pengelola hanya fokus meraup keuntungan tanpa memikirkan efek buruk dari minuman keras yang tersedia bebas di situ,” ucapnya.

Ia menyebut, kegiatan di tempat itu berpotensi besar merusak cita-cita anak muda Tomohon. Sebab, ia melihat, banyak yang masih sekolah datang dan pesta miras di situ.

“Ini sangat berbahaya. Jangan biarkan masa depan mereka menjadi pemabuk. Habis mabuk, pasti mengarah ke kegiatan negatif, mengganggu kamtibmas, bahkan bisa ke seks bebas,” bebernya.

Untuk itu, Arter meminta, pihak Pemerintah dan aparat Kepolisian mengambil langkah untuk mencegah hancurnya masa depan anak muda akibat pesta miras di tempat hiburan itu.

“Tentu ini harus dicegah. Pemerintah dan aparat Polisi sebaiknya mengambil langkah tegas. Apalagi jam beroperasi sampai dini hari. Ini jelas sudah melanggar aturan. Dan yang terpenting, anak muda kita sangat terancam dengan kehadiran cafe itu,” pungkasnya.

Diketahui, Kanzo Cafe adalah tempat hiburan yang menyediakan berbagai jenis minuman keras, hasil campuran minuman bua-buahan dengan alkohol jenis Cap Tikus. Selain itu, tempat hiburan itu juga menyediakan miras berlabel.

Continue Reading

Hukum dan Kriminal

Kesal karena “Diusir”, Pria ini Nekat Hajar Sepupunya yang Dalam Kondisi Hamil!

Published

on

Pelaku saat diamankan di Polres Tomohon

TOMOHON, – Malangnya nasib PML alias Patricia (37) asal Tomohon Tengah lantaran dianiaya RL alias Richard (46), meski dalam kondisi hamil 8 bulan.

Atas kejadian itu, tim Resmob Polres Tomohon dibawa pimpinan Bima Pusung meringkus Pelaku RL asal Langowan Utara, Minahasa.

Kapolres Tomohon AKBP Lerry Ronald Tutu, SIK MM memaparkan, Sat Reskrim Polres Tomohon telah mengamankan seorang lelaki yang di duga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan.

“Ya, kejadian ini terjadi di Kelurahan Kakaskasen Tiga Kecamatan Tomohon Utara,” ungkap Kapolres didampingi Kasie Humas Polres Tomohon AKP Fredy Sulu, Sabtu (03/02/2024).

Dijelaskan, terduga pelaku RL menganiaya Patricia yang dalam keadaan hamil 8 bulan secara berulang-ulang menggunakan tangan yang mengena pada bagian kepala.

“Itu mengakibatkan korban mengalami rasa sakit pada bagian kepala dan memar pada bagian telinga kiri dan kanan,” beber Kapolres.

Permasalahan, kata Kapolres, dilatar belakangi terduga Pelaku marah dan kesal kepada Korban, karena Korban tidak mengijinkan Pelaku tinggal di rumah yang saat ini ditinggali oleh Korban.

Sementara, pelaku menjelaskan, bahwa rumah tersebut bukan milik korban, melainkan milik dari kakek mereka berdua.

“Sangat disayangkan hal ini bisa terjadi, padahal antara keduanya masih memiliki hubungan saudara, dan hal ini sebenarnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” terang Kapolres.

Dijelaskan, korban sudah melaporkan hal ini ke Polres Tomohon, dan terduga Pelaku sudah diamankan di Polres Tomohon.

“Saat ini korban mendapat perawatan jalan di RS Bethesda Tomohon,” tukas Kapolres Tomohon, seraya menjelaskan bahwa pelaku disangkakan Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

Continue Reading

Hukum dan Kriminal

Polres Tomohon Bekuk Adolf, Warga Tombar yang Nekat Tebas Wajah Korban Karena Cemburu

Published

on

Pelaku saat diamankan Resmob Polres Tomohon

TOMOHON, – Kecemburuan membawa ACS alias Adolf (21), warga Tomohon Barat yang harus mengadu nasib di jeruji besi, pada Sabtu (03/2/2024).

Pasalnya, Adolf nekat menebas wajah korban OL alias Tifen (29) asal Talete 1, Tomohon Tengah, lantaran tak terima pacarnya didekati oleh Korban.

Orang tua korban, Ari Losu (49) langsung melaporkan kejadian tersebut. Dasarnya, laporan Polisi Nomor : LP/53/II/2024/SPKT/Polres Tomohon/Polda Sulawesi Utara, tanggal 3 Februari 2024.

Tim Buser Sat Reskrim Polres Tomohon di Pimpin Aipda Bima Pusung pun langsung mengamankan terduga Pelaku Penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Kapolres Tomohon, AKBP Lerry Ronald Tutu, SIK MM membenarkan, pihaknya telah mengamankan pelaku atas dugaan penganiayaan di kost, kelurahan Lansot.

“Ya, telah terjadi tindak pidana menggunakan senjata tajam jenis parang di salah satu tempat kost yang ada di Kelurahan Lansot Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon,” ungkap Kapolres, Sabtu (3/2/2024).

Dari informasi yang diterima, pelapor merupakan ayah dari Korban, karena saat ini Korban sedang di rawat di RS. Gunung Maria Tomohon.

Untuk Terduga Pelaku dan barang bukti sebilah parang, digunakan terduga Pelaku untuk menganiaya Korban, sudah diamankan tim buser di Polres Tomohon,

“Tentunya kasus ini akan di proses seusai Hukum yang berlaku,” terang Kapolres, yang juga dibenarkan Kasie Humas Polres Tomohon Ferdy Sulu.

Kapolres menegaskan, pihaknya tidak akan kompromi dengan oknum-oknum yang sengaja mengganggu stabilitas kamtibmas yang ada di wilayah Hukum Polres Tomohon.

Apalagi, yang sudah melakukan tindak pidana. Untuk itu, kata Kapolres, bagi masyarakat yang melihat atau mengalami perlakuan tindak pidana, agar segera melapor ke pihak Kepolisian, baik Polsek maupun Polres.

Dirinya menghimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas yang ada, apalagi saat ini dalam pelaksanaan kampanye.

“Beberapa hari lagi akan melakukan pemungutan suara pemilu tahun 2024, karena dengan situasi yang aman dan kondusif, maka kita pasti akan merasa nyaman saat beraktivitas,” pungkasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Iptu Stefy Sumolang, S.H., M.H., menjelaskan kronologis kejadian itu. Ia membeberkan, tim Buser telah mengamankan lelaki berinisial ACS alias Adolf warga Kelurahan Taratara 2 Kecamatan Tomohon Barat.

“Pelaku di duga kuat telah melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan parang,” ungkap Kasat.

Terduga Pelaku nekat menganiaya Korban dengan menggunakan parang, karena dilatarbelakangi rasa cemburu, di mana terduga Pelaku marah kepada korban yang mencoba mendekati pacar dari terduga Pelaku.

“Akibat dari penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada wajah bagian pipi sebelah kiri dan mendapat perawatan di RS Gunung Maria Tomohon,” tukasnya.

Diketahui, pelaku disangkakan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Continue Reading

TRENDING