Connect with us

Politik dan Pemerintahan

Nasib ‘Pahit’ Pedagang Pasar Wilken, yang Bikin Walikota Tomohon Disomasi!

Pasalnya, Pedagang Pasar Wilken yang menempati lahan milik pribadi warga dan diijinkan berjualan dengan menyewa lahan tersebut, malah digusur pemerintah kota.

Published

on

Ilustrasi pedagang pasar

TOMOHON, – Terobosan Pemerintah Kota Tomohon dibawa pimpinan Caroll Senduk, SH ketika melakukan penggusuran lahan dagangan di pasar Wilken dinilai mengusik rasa kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Pasalnya, Pedagang Pasar Wilken yang menempati lahan milik pribadi warga dan diijinkan berjualan dengan menyewa lahan tersebut, malah digusur pemerintah kota.

Hal itu dilakukan Pemerintah Kota dengan alasan sedang melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tomohon tentang Ketertiban Umum.

Para pedagang buah di Pasar Tomohon itu pun mendapatkan bantuan hukum dari Advokat Sofyan Jimmy Yosadi, SH tanpa dibayar dan tidak dikenakan biaya apapun selama dalam proses hukum.

Yosadi, yang adalah Wakil Sekjen DPP Peradi Pergerakan itu menjelaskan, perlakuan pemerintah dalam hal ini Walikota Tomohon Caroll J Senduk, SH telah mengusik rasa kemanusiaan dan HAM pedagang pasar Wilken Tomohon.

“Ya, tindakan Pemerintah Kota Tomohon melalui PD Pasar Kota Tomohon dan Satpol PP Kota Tomohon adalah Tindakan tidak berperikemanusiaan,” ungkap Yosadi, yang juga Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Korordinator Wilayah Sulut, Gorontalo dan Sulteng itu, Senin (05/9/22).

Padahal, Yosadi mengungkap, mereka taat terhadap aturan dan melakukan hal-hal yang diminta PD Pasar dan pemerintah Kelurahan seperti membayar retribusi sampah dan keamanan.

Namun, lanjut dia, para pedagang ini mendapatkan kenyataan pahit. “Tempat dagangan mereka di bongkar paksa dalam dua kali peristiwa yakni pada Hari Jumat, 20 Mei 2022 dan kedua pada hari Jumat, 26 Agustus 2022,” tutur Yosadi.

“Pemerintah hanya beralasan karena melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tomohon tentang Ketertiban Umum,” imbuhnya, kepada sejumlah wartawan dalam konferensi pers di Alang-alang Cafe.

Dimasa kesulitan ekonomi dan situasi pandemi, serta keuntungan penjualan yang tidak begitu banyak, mereka para pedagang hanya ingin berjualan demi menghidupi keluarganya.

Belum lagi, kata Yosadi, biaya untuk menyekolahkan anak-anak dan cucunya, biaya makan minum sehari- hari dan kebutuhan lain ditengah sulitnya perekonomian.

“Tindakan Pemerintah Kota Tomohon melalui PD Pasar Kota Tomohon dan Satpol PP Kota Tomohon adalah tindakan tidak berperikemanusiaan. Apalagi, sebagaian besar pedagang sudah lanjut usianya,” ketusnya.

Modal Pedagang Pasar Wilken ‘Sekarat’, Pasca Digusur

Lebih tersentuh lagi, ketika para pedangang mengakui, untuk modal jualan sering berhutang ke koperasi dan lain-lain. Kini, modal mereka habis, bahan jualan buah-buahan membusuk bahkan ada yang disita oleh PD Pasar Tomohon.

Parahnya lagi, Ketika mereka (Pedagang- red) diminta untuk mengatur tempat jualan. “Para pedagang mengeluarkan biaya besar walau berhutang, hanya untuk membeli seng, papan, triplex hingga bambu dll,” ucap sesal Kuasa Hukum yang pro rakyat itu.

“Kasihan, para pedagang tidak tahu lagi harus bagaimana membayar hutang dan tidak bisa berjualan lagi,” lanjutnya.

Sementara, relokasi yang dijanjikan PD Pasar malah membuat mereka semakin sengsara, karena lapak yang disediakan justru milik orang lain yang membuat mereka kembali terusir dan tidak bisa jualan.

Oleh sebab itu, kata Yosadi, selaku kuasa hukum, dan atas nama para pedagang buah di Pasar Tomohon akan mengajukan tuntutan kepada Pemerintah Kota Tomohon dalam hal ini Walikota Tomohon.

Walikota Tomohon Dituntut! Diberi Waktu 7 Hari untuk Ditanggapi

Para pedagang bersepakat untuk melayangkan surat tuntutan terhadap Pemerintah Kota Tomohon, dalam hal ini Walikota Caroll Senduk, SH. Tuntutan yang diajukan berisi:

  1. Memecat dan memberhentikan Dirut PD Pasar Tomohon beserta beberapa orang oknum PD Pasar yang tidak berperi kemanusiaan, melakukan Tindakan melanggar hukum, arogan dan tidak taat hukum yang telah menyengsarakan rakyat terutama para pedagang buah di pasar Beriman Tomohon.
  2. Merelokasi Kembali para pedagang buah tersebut ditempatnya semula tempat mereka berdagang di lahan milik pribadi dekat pasar yang justru telah diijinkan oleh pemilik lahan demi alasan kemanusiaan.
  3. Pemerintah Kota Tomohon memberikan ganti rugi terhadap para pedagang buah di pasar Beriman Tomohon atas kerusakan dan kerugian yang dialami oleh para pedagang tersebut secara proporsional dan bertanggungjawab.

Yosadi menegaskan, pihaknya bakal menempuh jalur hukum, jika dalam 7 Hari Pemerintah Kota tidak merespon atau tidak mengindahkan bila mana surat Somasi dilayangkan.

“Apalagi, tanpa adanya jawaban dan tindakan sebagaimana isi tuntutan,” pungkasnya.

Richard Ering

Politik dan Pemerintahan

Ir Miky Wenur Serap Aspirasi Rakyat dalam Sosialisasi Ranperda Pengelolaan Sampah

Published

on

Suasana sosialisasi Ranperda Pengelolaan sampah

TOMOHON, – Aspirasi, masukan dan kritikan rakyat tertuang dalam sosialisasi Rancangan peraturan daerah (Ranperda) Pengelolaan Sampah, Senin (26/2/2024), di Homestay, Tomohon Selatan.

Ir, Miky Junita Linda Wenur, MAP sebagai narasumber mengapresiasi sigapnya masyarakat dalam memberi masukan soal rancangan Perda ini.

Ia menuturkan, dalam proses rancangan ini membutuhkan masukan dan usulan dari masyarakat. “Tentu dengan aspirasi yang ada, dapat menyempurnakan ranperda ini, hingga ditetapkan jadi Perda,” jelas MJLW, sapaan akrabnya.

Dikatakan, perda ini sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi masyarakat. Sebab, pengelolaan sampah jika dilakukan dengan baik, pastinya dapat dijual belikan.

“Contoh saja jika kita mendaur ulang sampah, bisa jadi bahan hiasan ataupun pupuk. Selain itu, akan ada reward untuk mereka yang mengelola sampah,” ungkap MJLW.

Diwaktu yang sama, anggota DPRD Tomohon Priscilla Tumurang yang juga sebagai narasumber menjelaskan, perda ini juga berisikan sanksi bagi pelanggar yang berlawanan dengan pengelolaan sampah.

“Masyarakat juga dapat menjadi corong dalam memantau pelanggaran soal sampah. Laporkan, jika kedapatan membuang sampah dengan sembarang,” tutur Priscilla.

Dalam sosranperda yang difasilitasi oleh Sekretariat DPRD Tomohon itu, Priscilla menghimbau agar masyarakat dapat meneruskan informasi ini ke masyarakat lain.

“Dengan begitu, masyarakat yang tak sempat ambil bagian dalam sosialisasi ini dapat mengerti dan paham soal rancangan Perda pengelolaan sampah,” tukasnya.

Continue Reading

Politik dan Pemerintahan

Pentingnya Ranperda Pengelolaan Sampah, Djemmy Sundah: Jika Dikelola, Bernilai Ekonomi Tinggi

Published

on

Djemmy Sundah saat memberikan materi di sosialisasi Ranperda Pengelolaan sampah

TOMOHON, – Pengelolaan sampah miliki nilai ekonomis yang tinggi. Berkaca dari daerah lain, yang malah memperebutkannya untuk pendongkrak kebutuhan hidup.

Itulah sebabnya, sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon kembali mensosialisasikan Rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pengelolaan sampah.

Ketua DPRD Tomohon Djemmy Sundah SE yang jadi narasumber dalam sosialisasi itu menjelaskan pentingnya nilai sampah jika dikelola dengan baik.

“Seperti yang terjadi di Makasar. Malah ada yang sampai mencuri sampah. Itu sebabnya, sampah sangat berharga dan penting untuk ekonomi kita,” tutur Sundah, Senin (26/2/2024), di Villa Berkat II, Kelurahan Paslaten.

Ranperda pengelolaan sampah ini, masih dalam bentuk rancangan. Oleh karenanya, masukan, saran dan kritik dari masyarakat, sangat penting untuk menyempurnakan perda ini.

Di waktu yang sama, Ir Miky Wenur, yang juga sebagai narasumber menjelaskan, ranperda pengelolaan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, banyak reward didalamnya.

“Jadi, masyarakat yang punya peran dalam pengelolaan sampah, seperti contoh dalam bentuk daur ulang, akan diberikan reward, seperti yang sudah tercatat dalam perda ini,” ungkap Wenur.

Ia juga mengatakan, isi perda ini lengkap dengan jam waktu buang sampah. Hal ini meringankan masyarakat untuk melakukan pembuangan sampah, menyesuaikan dengan kendaraan pengangkut sampah.

Continue Reading

Politik dan Pemerintahan

7 Caleg Terpilih Partai Golkar Tomohon Siap Pasang Badan untuk Kepentingan Rakyat!

Published

on

Gambar Karikatur: Ir Miky Junita Linda Wenur, MAP

TOMOHON, – 7 Putra Putri terbaik Partai Golkar terpanggil untuk jadi petugas Rakyat di Kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tomohon.

Ketua DPD II Partai Golkar Tomohon, Ir Miky Junita Linda Wenur, MAP (MJLW) menyebut, raihan 7 kursi parlemen ini terbilang maksimal dan patut disyukuri.

“Kami sangat mensyukuri pemberian Tuhan atas capaian yang luar biasa ini,” ucap MJLW, didampingi Sekretaris Stenly Lasut dan Bendahara Gerald Lapian, SE, MAP.

Semua ini, kata dia, juga terjadi atas dukungan dan peran masyarakat Tomohon yang telah memberi suara kepada Partai Golkar dan Caleg-calegnya di 4 daerah pemilihan.

Tak luput, kerja keras penyelenggara Pemilu KPUD dan Bawaslu beserta seluruh jajarannya sampai di TPS-TPS, TNI/Polri, Pemerintah, Insan Pers, pengamat bahkan pengurus dari berbagai partai politik peserta Pemilu di Kota Tomohon, terutama elemen masyarakat, sehingga Pemilu berlangsung dengan segala baik.

“Dengan 7 kursi berarti Partai Golkar tetap menjadi Pimpinan DPRD meski tidak lagi ketua tetapi posisi wakil ketua, satu fraksi dan berhak mengusung calon Pilkada Walikota dan Wakil Walikota 2024,” tegas Wenur.

MJLW yang juga Ketua Penasehat TKD, mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan atas capaian pemilihan presiden dan wakil presiden yang melebihi target.

“Terimakasih kepada partai koalisi dan masyarakat Tomohon, sehingga Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran menang telak di Kota Tomohon melebihi target awal 70%,” imbuhnya.

Miky Wenur pula mengajak, agar senantiasa mengedepankan persatuan dan kesatuan untuk Tomohon Maju, Rakyat Sejahtera dengan rukun dan damai.

“Golkar tetap selalu komitmen dan konsisten berpihak kepada hak-hak dan kepentingan rakyat,” tukasnya.

Continue Reading

TRENDING