Connect with us

Berita Terkini

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Sulut Paparkan 3 Makna Pencucian Pataka Maesa’an Waya

Published

on

Momen pencucian Pataka Maesa'an Waya

MANADO, – Menjelang Hari Bhayangkara, Polda Sulawesi Utara (Sulut) menggelar upacara pemuliaan nilai-nilai luhur Tribrata, pencucian Pataka Polda Sulut “Maesa’an Waya”.

Upacara dilaksanakan di aula Catur Prasetya Polda Sulut, Kamis (20/6/2024) dipimpin oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan.

Upacara ini ditandai dengan Pataka Polda Sulut “Maesa’an Waya” yang dibawa masuk ke tempat upacara oleh 9 personel Brimob, kemudian dibuka selubung pembungkusnya oleh Kayanma.

Dilanjutkan dengan pembersihan oleh Kapolda dengan cara disikat, dipercikan air suci Watu Pinawetengan dan diberikan wewangian.

Usai dari itu, Pataka Polda Sulut kembali dibungkus dan dibawa keluar oleh pasukan Brimob, selanjutnya disimpan.

Kapolda Sulut melalui Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Michael Irwan Thamsil pun menjelaskan makna terkait pembersihan dan pencucian Pataka Polda Sulut.

“Membersihkan dengan sikat bermakna menghilangkan serta memperbaiki semua kekurangan yang terjadi dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga Polri kedepan semakin baik,” ungkapnya.

Memercikkan air yang bersumber dari air suci Watu Pinawetengan Minahasa lanjutnya, bermakna agar seluruh personel Polri memiliki semangat, motivasi, dan dedikasi yang tinggi dalam pengabdiannya kepada masyarakat bangsa dan negara.

“Sedangkan memberikan wewangian bermakna agar seluruh pengabdian Polri yang Presisi, membawa harum institusi Polri sehingga semakin dicintai dan dipercaya masyarakat,” pungkas Kombes Pol Michael Irwan Thamsil.

Kegiatan ini digelar rutin oleh Polda Sulawesi Utara menjelang peringatan Hari Bhayangkara tanggal 1 Juli.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *