Connect with us

Politik dan Pemerintahan

Dibebankan Dana Pembelian Lahan Pekuburan, Masyarakat Tumatangtang Mengeluh

Inflasi sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Baik ancaman kenaikan pangan ataupun berkurang kebutuhan hidup sehari-hari.

Published

on

Kantor Kelurahan Tumatangtang, Tomohon Selatan.

TOMOHON, – Dampak inflasi yang mulai dirasakan masyarakat di dataran kaki gunung Lokon, Tomohon semakin dirasakan.

Itu sebabnya, Walikota Tomohon Caroll Senduk, SH terus berupaya melakukan persiapan dalam menghadapi ancaman inflasi 2023 itu.

Seperti yang kita ketahui, inflasi sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Baik ancaman kenaikan pangan ataupun berkurang kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, disaat pemerintah kota sedang ‘was-was’ dari ancaman inflasi, pemerintah kelurahan Tumatangtang malah meminta sumbangan kepada masyarakat, dengan alasan membuka lahan pekuburan.

Program Kelurahan Tumatangtang dibawa pimpinan Jefry Mengko ST, tersebut dinilai berbanding arah dengan kebijakan Walikota Tomohon Caroll Senduk SH, dalam menjalankan visi-misi.

Seperti diungkapkan Walikota Tomohon saat Rapat Koordinasi Pemerintah Kota Tomohon, pada Selasa (10/5/2022) lalu, di Aula Lt 3 MPP Kota Tomohon.

Ada 9 poin arahan Walikota Caroll Senduk saat itu, untuk para Lurah di Tomohon. Salah satunya adalah, Lurah tidak diizinkan untuk meminta sumbangan kepada masyarakat.

Namun, arahan itu sepertinya tidak diindahkan pemerintah kelurahan Tumatangtang. Salah satu programnya dinilai ‘melawan’ arahan Walikota pada Rakor Pemkot Tomohon.

Benar saja, program kelurahan Tumatangtang itu mendapat keluhan dari masyarakat. Bagaimana tidak, dimasa perekonomian yang semakin terpuruk, pemerintahan kelurahan justru meminta dana dengan nilai yang cukup besar.

“Ini sangat memberatkan kami. Apalagi, nilai yang diminta tak sedikit,” ungkap salah satu masyarakat Tumatangtang, Jumat (24/02/2023), yang meminta namanya tidak dicantumkan dalam berita ini.

Ia menyebut, program ini dilakukan secara mendadak. Pasalnya, tidak ada koordinasi dengan masyarakat jauh hari sebelum dijalankan.

“Tiba-tiba kepala lingkungan datang ke rumah dan hanya menjelaskan sekilas tujuannya, kemudian meminta sumbangan. Harusnya diumumkan,” keluh salah satu masyarakat di kelurahan Tumatangtang itu.

Sementara, Lurah Tumatangtang Jefry Mengko ketika dikonfirmasi, belum bisa menanggapi lebih terkait hal itu.

“Nanti ketemu langsung. Cari waktu,” singkat Jefry melalui pesan WhatsApp.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *