Connect with us

Hukum dan Kriminal

Resmob Tomohon Bekuk Spesialis Curanik dan Curanmor, Pelaku Bobol Jendela Rumah

Pencarian barang bukti dilakukan oleh Tim Resmob selama 8 hari, hal ini dikarenakan pelaku sering berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Published

on

Press Conference tindak pidana pencurian di Wilkum Polres Tomohon

TOMOHON,Satreskrim Polres Tomohon melalui Unit Resmob mengamankan residivis pelaku pencurian motor dan elektronik yang beraksi di wilayah hukum (wilkum) Polres Tomohon.

Dari informasi yang diterima, Pelaku yakni MW alias Emon (23) asal Desa Rasi Kec. Ratahan Kab. Minahasa Tenggara, mencuri di 3 titik kota Tomohon. Diantaranya, Kelurahan Tinoor Satu (2 kasus), Kolongan (4 kasus), dan kelurahan Lansot, hingga Jalan lingkar Timur.

Salam Press Conference, Kapolres Tomohon, AKBP Arian Colibrito SIK MH, menjelaskan, pelaku melakukan aksinya dengan cara membobol jendela rumah yang dijadikan sasaran.

“Ya, pelaku lakukan dengan menggunakan obeng pada malam hari saat pemilik rumah sedang tidur,” jelas Kapolres, didampingi Kasie Humas dan Kanit Resmob polres Tomohon, Senin (06/02/2023).

Atas kejadian itu, berdasarkan aduan masyarakat dan laporan Polisi di Polres Tomohon. Tim Resmob dibawa pimpinan Kanit Bima Pusung melakukan pengembangan dan pencarian terhadap terduga pelaku, pada Selasa (31/1).

“Hasil pengembangan dan pulbaket melalui rekaman CCTV di rumah salah satu korban, terduga pelaku mengarah kepada pelaku MW alias Emon yang merupakan residivis kasus pencurian,” tuturnya.

Tim melakukan pengembangan ke wilayah Minahasa dan berhasil mengamankan satu unit HP Oppo reno 7 dari tangan seorang warga dan berdasarkan pengakuan bahwa HP tersebut di beli dari Pelaku

Selanjutnya, kata Kapolres, team melakukan pengembangan dan mendapat informasi kalau Pelaku berada di wilayah Manado di rumah kerabatnya, dan akhirnya berhasil mengamankan Pelaku.

Hasil interogasi, untuk menemukan barang bukti yang di ambil oleh Pelaku. Akhirnya, team berhasil mengamankan barang bukti di wilayah Manado, Minahasa dan Minahasa Tenggara yang sesuai keterangan bahwa barang-barang tersebut di titip oleh Pelaku

“Pencarian barang bukti dilakukan oleh Tim Resmob selama 8 hari, hal ini dikarenakan pelaku sering berbelit-belit dalam memberikan keterangan,” ungkap Kapolres.

Pada saat melakukan pencarian barang bukti, lanjut dia, (Kapolres-red) Pelaku sempat berusaha untuk melarikan diri, dan karena kesigapan Personil, akhirnya Pelaku diberikan tindakan keras terukur dengan menembak kaki kanan dari Pelaku.

Adapt barang bukti yang dicuri, yakni Satu unit Sepeda Motor merek Honda Blade warna hitam, Satu unit Sepeda Motor merek Yamaha Mio Soul warna merah, Satu unit tv LG warna hitam ukuran 43 inch, dan Satu unit tv LG warna hitam ukuran 32 inch.

Terdapat juga, Satu unit Laptop merek Acer Aspire One warna silver ukuran 12 inch, Satu unit Laptop merek Acer warna hitam ukuran 14 inch, Satu unit HP merek Samsung A71 warna hitam, dan Satu unit HP merek Oppo Reno 7 warna silver.

Tak hanya itu, pelaku juga mencuri Satu unit mesin pemotong rumput merek Stihl warna oranye, Satu unit mesin pemotong rumput merek Narita warna oranye, Satu unit mesin pemotong kayu merek Stihl warna oranye, Satu unit mesin pemotong kayu merek Chain Saw 5200 warna merah.

Curian lainnya, yakni Satu buah jam tangan merek Christ Verra warna kuning silver, Satu buah jam tangan merek Rolex warna kuning silver, Satu buah jam tangan merek G-Shock warna kuning hitam, Satu buah jam tangan merek U.S Polo Assn Warna gold.

“Atas kejadian itu, pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP dengan hukuman lebih dari 5 tahun penjara,” pungkas Kapolres.

Untuk diketahui, Pelaku merupakan residivis kasus pencurian dan sempat di tahan di LP Manado dan di hukum 1 tahun 2 bulan pada tahun 2021.

Ichad

Hukum dan Kriminal

Aktivis Muda ‘Kecam’ Kanzo Cafe! Dinilai Rusak Masa Depan Gen-Z di Tomohon

Published

on

Potret Suasana di Kanzo Cafe Tomohon

TOMOHON,– Prospek Generasi Muda di kota Tomohon ‘Terancam’. Pasalnya, kehadiran Kanzo Cafe beri efek negatif untuk masa depan anak muda, Khusus Generasi Z di kota Religius.

Hal itu dapat perhatian dari aktivis muda Tomohon Arter Moningka. Betapa tidak, anak-anak yang masih di bawa umur, dibiarkan bebas meneguk minuman keras (miras) oleh pemilik.

Parahnya pula, anak muda yang diketahui masih duduk di bangku sekolah dan belum cukup umur itu diberikan fasilitas untuk pesta miras hingga dini hari.

Arter Moningka menilai, kegiatan di Kanzo Cafe Tomohon tersebut sudah mengancam masa depan generasi muda di Kota Tomohon.

“Ini jelas sudah mengancam masa depan anak muda kita di sini. Pengelola hanya fokus meraup keuntungan tanpa memikirkan efek buruk dari minuman keras yang tersedia bebas di situ,” ucapnya.

Ia menyebut, kegiatan di tempat itu berpotensi besar merusak cita-cita anak muda Tomohon. Sebab, ia melihat, banyak yang masih sekolah datang dan pesta miras di situ.

“Ini sangat berbahaya. Jangan biarkan masa depan mereka menjadi pemabuk. Habis mabuk, pasti mengarah ke kegiatan negatif, mengganggu kamtibmas, bahkan bisa ke seks bebas,” bebernya.

Untuk itu, Arter meminta, pihak Pemerintah dan aparat Kepolisian mengambil langkah untuk mencegah hancurnya masa depan anak muda akibat pesta miras di tempat hiburan itu.

“Tentu ini harus dicegah. Pemerintah dan aparat Polisi sebaiknya mengambil langkah tegas. Apalagi jam beroperasi sampai dini hari. Ini jelas sudah melanggar aturan. Dan yang terpenting, anak muda kita sangat terancam dengan kehadiran cafe itu,” pungkasnya.

Diketahui, Kanzo Cafe adalah tempat hiburan yang menyediakan berbagai jenis minuman keras, hasil campuran minuman bua-buahan dengan alkohol jenis Cap Tikus. Selain itu, tempat hiburan itu juga menyediakan miras berlabel.

Continue Reading

Hukum dan Kriminal

Kesal karena “Diusir”, Pria ini Nekat Hajar Sepupunya yang Dalam Kondisi Hamil!

Published

on

Pelaku saat diamankan di Polres Tomohon

TOMOHON, – Malangnya nasib PML alias Patricia (37) asal Tomohon Tengah lantaran dianiaya RL alias Richard (46), meski dalam kondisi hamil 8 bulan.

Atas kejadian itu, tim Resmob Polres Tomohon dibawa pimpinan Bima Pusung meringkus Pelaku RL asal Langowan Utara, Minahasa.

Kapolres Tomohon AKBP Lerry Ronald Tutu, SIK MM memaparkan, Sat Reskrim Polres Tomohon telah mengamankan seorang lelaki yang di duga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan.

“Ya, kejadian ini terjadi di Kelurahan Kakaskasen Tiga Kecamatan Tomohon Utara,” ungkap Kapolres didampingi Kasie Humas Polres Tomohon AKP Fredy Sulu, Sabtu (03/02/2024).

Dijelaskan, terduga pelaku RL menganiaya Patricia yang dalam keadaan hamil 8 bulan secara berulang-ulang menggunakan tangan yang mengena pada bagian kepala.

“Itu mengakibatkan korban mengalami rasa sakit pada bagian kepala dan memar pada bagian telinga kiri dan kanan,” beber Kapolres.

Permasalahan, kata Kapolres, dilatar belakangi terduga Pelaku marah dan kesal kepada Korban, karena Korban tidak mengijinkan Pelaku tinggal di rumah yang saat ini ditinggali oleh Korban.

Sementara, pelaku menjelaskan, bahwa rumah tersebut bukan milik korban, melainkan milik dari kakek mereka berdua.

“Sangat disayangkan hal ini bisa terjadi, padahal antara keduanya masih memiliki hubungan saudara, dan hal ini sebenarnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” terang Kapolres.

Dijelaskan, korban sudah melaporkan hal ini ke Polres Tomohon, dan terduga Pelaku sudah diamankan di Polres Tomohon.

“Saat ini korban mendapat perawatan jalan di RS Bethesda Tomohon,” tukas Kapolres Tomohon, seraya menjelaskan bahwa pelaku disangkakan Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

Continue Reading

Hukum dan Kriminal

Polres Tomohon Bekuk Adolf, Warga Tombar yang Nekat Tebas Wajah Korban Karena Cemburu

Published

on

Pelaku saat diamankan Resmob Polres Tomohon

TOMOHON, – Kecemburuan membawa ACS alias Adolf (21), warga Tomohon Barat yang harus mengadu nasib di jeruji besi, pada Sabtu (03/2/2024).

Pasalnya, Adolf nekat menebas wajah korban OL alias Tifen (29) asal Talete 1, Tomohon Tengah, lantaran tak terima pacarnya didekati oleh Korban.

Orang tua korban, Ari Losu (49) langsung melaporkan kejadian tersebut. Dasarnya, laporan Polisi Nomor : LP/53/II/2024/SPKT/Polres Tomohon/Polda Sulawesi Utara, tanggal 3 Februari 2024.

Tim Buser Sat Reskrim Polres Tomohon di Pimpin Aipda Bima Pusung pun langsung mengamankan terduga Pelaku Penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Kapolres Tomohon, AKBP Lerry Ronald Tutu, SIK MM membenarkan, pihaknya telah mengamankan pelaku atas dugaan penganiayaan di kost, kelurahan Lansot.

“Ya, telah terjadi tindak pidana menggunakan senjata tajam jenis parang di salah satu tempat kost yang ada di Kelurahan Lansot Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon,” ungkap Kapolres, Sabtu (3/2/2024).

Dari informasi yang diterima, pelapor merupakan ayah dari Korban, karena saat ini Korban sedang di rawat di RS. Gunung Maria Tomohon.

Untuk Terduga Pelaku dan barang bukti sebilah parang, digunakan terduga Pelaku untuk menganiaya Korban, sudah diamankan tim buser di Polres Tomohon,

“Tentunya kasus ini akan di proses seusai Hukum yang berlaku,” terang Kapolres, yang juga dibenarkan Kasie Humas Polres Tomohon Ferdy Sulu.

Kapolres menegaskan, pihaknya tidak akan kompromi dengan oknum-oknum yang sengaja mengganggu stabilitas kamtibmas yang ada di wilayah Hukum Polres Tomohon.

Apalagi, yang sudah melakukan tindak pidana. Untuk itu, kata Kapolres, bagi masyarakat yang melihat atau mengalami perlakuan tindak pidana, agar segera melapor ke pihak Kepolisian, baik Polsek maupun Polres.

Dirinya menghimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas yang ada, apalagi saat ini dalam pelaksanaan kampanye.

“Beberapa hari lagi akan melakukan pemungutan suara pemilu tahun 2024, karena dengan situasi yang aman dan kondusif, maka kita pasti akan merasa nyaman saat beraktivitas,” pungkasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Iptu Stefy Sumolang, S.H., M.H., menjelaskan kronologis kejadian itu. Ia membeberkan, tim Buser telah mengamankan lelaki berinisial ACS alias Adolf warga Kelurahan Taratara 2 Kecamatan Tomohon Barat.

“Pelaku di duga kuat telah melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan parang,” ungkap Kasat.

Terduga Pelaku nekat menganiaya Korban dengan menggunakan parang, karena dilatarbelakangi rasa cemburu, di mana terduga Pelaku marah kepada korban yang mencoba mendekati pacar dari terduga Pelaku.

“Akibat dari penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada wajah bagian pipi sebelah kiri dan mendapat perawatan di RS Gunung Maria Tomohon,” tukasnya.

Diketahui, pelaku disangkakan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Continue Reading

TRENDING