Connect with us

Pariwisata

Sah! Pengurus Satu Pena Sulawesi Utara Resmi Dilantik, Berikut Nama-nama yang Dikukuhkan…

Published

on

Pengukuhan Pengurus Satupena Sulawesi Utara

SULUT, – Pengukuhan Satu Pena Sulawesi Utara (Sulut) sukses digelar. Kurang lebih 33 peserta, resmi jadi pengurus usai dilantik oleh kepala Dinas Kebudayaan Daerah Sulut, Jani Lukas, Jumat (11/6/22), di Aula Dinas Kebudayaan Sulut.

Mengutip isi Surat Keputusan (SK), Jani Lukas memaparkan tentang penerapan pengukuhan Satu Pena Sulawesi Utara. “Menimbang tingginya minat penulis di seluruh Indonesia untuk bergabung dengan Satupena,” ucapnya.

Disamping itu, ketua Umum Denny JA melalui Drs. Hamri Manoppo menghimbau, pengurus Satupena Provinsi Sulawesi Utara untuk merancang dan menyelenggarakan berbagai
program Satupena di wilayah provinsinya.

“Pengurus Satupena Sulut berwenang menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di wilayahnya, termasuk dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait, dalam upaya menyukseskan berbagai program Satupena,” imbuh Manoppo.

Tujuan dibentuknya organisasi ini, kata Manoppo, untuk meningkatkan kesejahteraan penulis, meningkatkan kapasitas, penguatan profesi, melindungi hak atas karya, serta kebebasan penulis.

Sementara, Ketua Satupena Sulut Achi B Talanggai terkait kepengurusan yang ia pimpin itu mengungkap, pihaknya telah merangkul penulis-penulis di Sulawesi Utara untuk terpilih sebagai pengurus Satupena Sulut.

“Ya, mereka adalah penulis yang hebat dan produktif dan direkomendasikan untuk menjadi pengurus Satupena,” jelas Talanggai, lewat sambutannya.

Selain itu juga, kata Achi, pihaknya bakal menggelar diskusi dan rapat pengurus untuk, menciptakan lingkungan kebijakan yang ramah penulis, dan program-program baru bersifat kreatif dan inovatif yang terus dijaring dari usulan para anggota.

Untuk diketahui, pelantikan dan pengukuhan Satupena Sulawesi Utara deklarasikan oleh Kadis Kebudayaan Daerah Sulawesi Utara Jani Lukas, didampingi Mandataris Pengukuhan Hamri Manoppo.

Isi surat memutuskan dan menerapkan Kepengurusan Satupena Provinsi Sulawesi Utara 2022-2027, sebagai berikut:

Penasihat:
Dr. Asripan Nani, MSi , dan Drs. A.R. Mokoginta

Pembina:
Dr. Kamajaya Al Katuuk, M.S.
Dr. Ridwan Lasabuda, MSi

Koordinator Wilayah:
Drs. Hamri Manoppo, MPd

Ketua Harian : Achi Breyvi Talanggai, S.S
Wakil Ketua Harian : Rastono, S.Pd., MM
Sekretaris : Anastasya Pangemanan, S.Pd
Bendahara : Gebi Koropit

Bagian Webinar:
Titi Nurmala Kekenusa
Dian Waani, SPd
Calvin Mantiri
Ridza Christian
Brigita Tumanduk
Sifra Aring

Tim Sekr. Keanggotaan/Organisasi:
Wahyuni Paputungan
Andi Yari, SPd
Wahyu Harisa
Lutfi Madina
Henry Makienggung

Tim Koneksi Industri:
Drs. A.R. Mokoginta
Nicolas Talanggai
Jacky Kabo, S.Pd

Tim Ekosistem Penulis:
Melva Kembuan
Murdiono Mokoginta, SPd
Wahyu Andup, SPd
Iyenyuh Nalung
Brili
Aulia Waridin

Tim Tatap Muka, Buku dan Musik:
Jein Jeyklin Byl, S.S
Meiske Kinontoa, SPd
Rivo Sumampouw, S.S
Moh. Subhan, SPd., MPd
Rifky Sagay, S.Pd
Saad Mokoagow, BA

Tim Media Partner:
Richard Ering
Gusman Laeta

Ikut menyaksikan, yakni para Sastrawan, Penulis, dan Seniman Sulut, di aula Dinas Kebudayaan Sulut. Hadir juga, Ketua harian DKKM Jenry Koraag, Pembina DKKM Tamaka Kakunsi, Kabid Program Steven Tuwo, dan Inggrid Pangkey selaku ketua Komite Sastra DKKM.

Richard Ering

Pariwisata

Pertama di Sulawesi Utara! TVC jadi “Induk” Spot Wisata Kota Tomohon

Published

on

Momen launching TVC Tomohon

TOMOHON, – Tomohon Visitor Center (TVC) sebuah wadah bagi wisatawan yang bakal bertualang di kota dataran kaki gunung Lokon.

Induk wisata yang dikelola oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Tomohon ini adalah yang pertama di Sulawesi Utara (Sulut).

TVC ini didirikan untuk mempromosikan dan memberikan informasi kepada para pengunjung tentang destinasi wisata, atraksi, dan layanan lainnya di Tomohon.

Lucia Goni, Ketua BPPD Tomohon menjelaskan, TVC menyiapkan tenaga terlatih untuk melayani para turis yang datang berwisata ke Tomohon.

“Ya, kami juga menyiapkan material promotion, baik brochure, hingga digital promotion,” ungkap Lucie usai Launching TVC, yang diresmikan oleh Wali kota Tomohon Caroll Senduk, SH, di Air terjun TekaanTelu, Selasa (30/1/2024).

Bukan hanya itu, Lucie menjelaskan, TVC ini juga telah menyediakan Help desk bagi wisatawan. Tentang kebutuhan seperti Guide, Paket Wisata lokal dan TIFF, hotel/home stay, spot wisata, kendaraan, serta rumah makan terbaik.

“Dalam TVC, Wisatawan dapat memilih Sovenir Shop, hingga Coffee Shop agar wisatawan lokal dan mancanegara dapat menikmati pula zona TVC,” terangnya.

Diharapkan, kata Lucie, TVC bukan hanya jadi tempat untuk mendapatkan informasi tentang spot wisata, namun bisa jadi tempat untuk merasakan kehangatan dan keramahan masyarakat Tomohon.

Dalam pemaparannya juga, Ketua BPPD Tomohon berterimakasih untuk Dinas Pariwisata kota Tomohon dan Bank Negara Indonesia (BNI) yang berperan dalam perwujudan TVC ini.

Diwaktu yang sama, Walikota Tomohon Caroll Senduk mengapresiasi dinas pariwisata dan BPPD Tomohon atas ide cemerlang dalam memajukan wisata di Tomohon.

“Semoga ini jadi awal perjalanan yang menarik untuk mempromosikan wisata yang berkelanjutan,” ungkap Walikota.

“Untuk itu kami mengajak masyarakat, pelaku usaha, maupun instansi pemerintah, untuk bersama berpatisipasi dalam upaya memajukan pariwisata di Tomohon,” tukasnya.

Dari pemantauan media ini, Launching TVC dibuka dengan Tarian Kawasaran, hingga tampilan Musik Kolintang dari Kelurahan Tinoor 1, Tomohon Utara.

Continue Reading

Pariwisata

Dibuka Pekan Ini! Kai Meya Resort jadi Wisata Kesejukan dan Ketenangan di Tomohon

Published

on

Wisata Alam Kai Meya Resort di Tomohon

TOMOHON, – Padatnya aktivitas saat pergantian musim, bikin Kondisi tubuh dan pikiran tak sehat. Hal itu, dibutuhkan suguhan udara segar dan ketenangan.

Semua itu bisa anda dapatkan di Kai Meya Resort. Sebuah tempat dimana anda bisa menjauh dari hiruk pikuk kota. Dimana keindahan, ketenangan dan keanggunan bercampur aduk. Tempat pertemuan yang ideal bagi semua kalangan.

Kai Meya Resort hadir sebagai bentuk apresiasi terhadap alam dan budaya yang ada di Tomohon.

Baca juga: Festival Film Wanua yang Diorganisir Pukkat-Kemendikbudristek, ‘Banjir’ Apresiasi!

Dengan menawarkan sejumlah destinasi wisata mulai dari wisata budaya, arsitektur dan kuliner sambil menikmati pemandangan alam kota Tomohon yang sejuk.

Carlina Tatiana Tewu, Direktur PT Kai Meya Indonesia mengungkap, wisata andalan Tomohon itu bakal dibuka pada 10 November 2023. “Ya, dimulai dengan soft opening kitchen and bar,” ungkapnya, Senin (6/11/2023).

Bahkan, kata Carlina, secara berkala, akan dilanjutkan dengan pembangunan villa, museum dan berbagai tempat menarik lainnya yang dapat memanjakan mata para pengunjung yang datang.

Lebih lagi, ia melanjutkan, Kai Meya menghadirkan berbagai pilihan menu. Yakni kuliner Asia, Indonesia, Western dan dilengkapi dengan lounge and bar.

“Resort ini berlokasi di Jalan Urow, Lingkungan X, Kelurahan Woloan 3, Kota Tomohon, Sulawesi Utara,” tukas Carlina.

Diketahui, terobosan ini merupakan rangkaian komitmen PT Kai Meya Indonesia dalam membantu pemerintah dalam sektor pariwisata yang ada di Sulawesi Utara, khususnya Kota Tomohon.

Continue Reading

Pariwisata

PT Karyadeka Alam Asri Bantah Danau Linow Resort Masuk Wilayah Hutan Lindung

Published

on

Konfrensi Pers Pengurus PT Karyadeka Alam Asri dan Menegemen Danau Linow Resort

TOMOHON, – Danau Linow Resort Lahendong, kota Tomohon dibawa asuhan PT Karyadeka Alam Asri “bantah” destinasi wisata yang dikelolanya masuk wilayah hutan lindung.

Hal itu diungkapkan langsung oleh pengurus PT Karya Deka Alam Asri Gregorius Pengky Wewengkang, dalam konferensi Pers, Kamis (3/8/2023).

Pengakuan itu berbuntut karena lidik kasus oleh kejaksaan tinggi Sulawesi Utara, atas disangkakannya kawasan Danau Linow Resort masuk dalam wilayah hutan lindung.

Penyelidikan ini membuat surga kecil Tomohon itu harus ditutup sementara, sehingga menghebohkan penggila wisata di daerah nyiur melambai.

Lebih lanjut, Pengky tegaskan, pihaknya miliki bukti kuat kepemilikan tanah kawasan Danau Linow Resort. “Ya, dokumen-dokumen kepemilikan ada di kami. Itu tanah pribadi,” tegas Pengky.

Dugaan itu juga membingungkan pengurus hingga pengelola Danau Linow Resort. Pasalnya, mereka tidak tahu kawasan mana yang dimaksud sebagai hutan lindung.

Dikatakan Pengky, tanah yang dikelolanya itu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, lebih lagi, dilengkapi dengan dokumen kepemilikan yang jelas.

Itu sebabnya, dirinya meminta kejelasan hukum yang ada, agar pihaknya dapat mengetahui atau membuktikan kebenaran atas permasalahan ini.

Disayangkan, penutupan destinasi wisata yang diakui dunia luar itu, memberi dampak tak bagus, khususnya perekonomian masyarakat yang jadi karyawan di perusahaan itu.

Lantas, bagaimana nasib pekerja Danau Linow Resort?

Sampai saat ini, Menegemen Danau Linow Resort Andreas Dengen menyebut, pihaknya belum melakukan pemberhentian para karyawan.

“Sampai saat ini, mereka masih bekerja. Belum diberhentikan,” ucap Andreas kepada wartawan.

Perlu diketahui, karyawan Danau Linow Resort 95 persennya adalah masyarakat Tomohon, sisanya warga luar daerah.

Atas hal itu, pengelola Danau Linow Resort berharap agar penyelidikan ini berlangsung cepat dan adil. Supaya, penutupan destinasi wisata ini tak berlangsung lama.

“Ini demi kemajuan pariwisata di Sulawesi Utara, terlebih juga kesejahteraan masyarakat yang bekerja di Danau Linow Resort,” pinta Andreas.

Dirinya berharap, campur tangan pemerintah provinsi hingga pemerintah kota, dapat memberi jalan keluar yang baik atas permasalahan yang terjadi.

Diyakini, pemerintah lebih tahu wilayah-wilayah mana yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Ya, pasti ada data yang jelas. Kami yakin, Danau Linow Resort tidak masuk kawasan hutan lindung,” pungkas Meneger Andreas Dengen.

Continue Reading

TRENDING