Connect with us

Hukum dan Kriminal

Rumah Warga Dirusak dan Diancam dengan Sajam, Abg Asal Tomohon Dibekuk Totosik

Published

on

Totosik saat mengamankan tersangka kasus pengerusakan dan pengancaman di Tomohon Barat.

TOMOHON, – Team Urc Totosik membekuk abg asal Tomohon Barat gegara merusak rumah warga hingga mengancam dengan sajam.

Katim Urc Totosik Yanny Watung sdb, membeberkan, kejadian ini berawal saat saksi AK alias Aldy (20) dan LM alias Levis (20) menuju ke tempat nongkrong di salah satu rumah di Tomohon Barat.

“Sesampainya disana Levis mendapati adiknya (tersangka) sementara pesta miras. Merasa marah Levis langsung menampar tersangka,” beber Katim, Kamis (17/3/22).

Tersangka kemudian mencari saksi Aldy, namun di hadang oleh temannya, kemudian tersangka keluar dari rumah tersebut sembari mengancam kepada saksi Aldy dan temannya MK alias Marlon dengan nada ancaman “Awas kalian!”.

Kemudian tersangka meninggalkan lokasi tersebut, dan selang 1 jam, tersangka kembali dan mengatakan kepada Levis, bahwa dirinya tidak terima ditampar hingga mulutnya berdarah.

“Saat itu tersangka memangil Levis keluar dari rumah tersebut, Levis pun keluar dan langsung menampar lagi tersangka,” jelas Yanny.

Akan tetapi, tersangka malah menantang saksi Aldy beserta dua rekannya untuk berkelahi, “kalian bertiga saya tantang untuk berkelahi,” (kata Katim meniru ungkapan tersangka) Namun tak direspon dan tersangka hengkang dari lokasi.

Kemudian, kata Yanny, Aldi hendak pulang ke rumahnya, dan sementara di jalan, Aldi mendengar ada suara R2 yang ribut (serupa milik tersangka) dan Aldi langsung bersembunyi. Aldi pun melihat tersangka akan menuju ke rumah tempat nongkrong.

Aldi selanjutnya langsung menuju ke rumahnya. sesampainya di rumah Aldi melihat kearah luar dan rupanya tersangka sudah berada di halaman rumah memakai jacket dengan tutup kepala sambil berlari mendekati Aldy.

Saksi Aldi kemudian masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Sesampainya didalam rumah, Aldi bersama tersangka terjadi saling dorong pintu rumah. Marlon yang berada di depan pintu rumah membantu Aldi untuk menahan pintu.

Aldy melihat tersangka memegang pisau badik, sambil berkata “mana dia” (teriak tersangka).

Tiba-tiba, saksi SP alias Sherly (38) yang sementara tidur didalam rumah, terbangun karena suara ribut dan langsung keluar dari kamar kemudian mendapati aksi tersangka saat mendorong pintu.

“Saat itu, tersangka yang melihat kehadiran Sherly Poluan langsung melarikan diri dengan R2 sambil sambil memainkan gas R2, dan akibat perbuatan tersebut pintu rumah milik Sherly rusak,” ungkap Yanny.

Mendengar hal itu, Team kebanggaan Tomohon Urc Totosik, langsung menuju ke TKP dan melakukan Pulbaket.

Saat pengembangan pulbaket, team melacak keberadaan tersangka. Berawal, Team menuju kerumah tersangka, namun tersangka tidak berada di rumah dan sudah keluar dari rumah.

Team selanjutnya mengecek beberapa tempat yang biasa menjadi tempat nongkrong dari tersangka namun tidak ditemui. Tak lama, Team berhasil mendapat informasi tersangka sementara berada dirumah rekannya, di Tomohon Barat.

“Team segera menuju kelokasi tersebut dan sesampainya disana Team berhasil mengamankan tersangka tanpa perlawanan apapun,” tutur Yanny.

Ketika dilakukan interogasi singkat tersangka mengakui perbuatannya dan sebilah pisau yang digunakan waktu kejadian telah disimpan tersangka didalam rumahnya.

“Team bersama tersangka langsung menuju kerumah tersangka dan mengamankan sebilah pisau tersebut,” ketusnya.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti (sebilah pisau) telah diamankan Team URC Totosik ke Mapolsek Tomohon Tengah,” tukas Katim Yanny.

Untuk diketahui, pelapor beserta keluarganya telah di berikan pemahaman oleh Team URC Totosik untuk tidak main hakim sendiri dan mempercayakan permasalahan diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

Richard Ering

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum dan Kriminal

Aktivis Muda ‘Kecam’ Kanzo Cafe! Dinilai Rusak Masa Depan Gen-Z di Tomohon

Published

on

Potret Suasana di Kanzo Cafe Tomohon

TOMOHON,– Prospek Generasi Muda di kota Tomohon ‘Terancam’. Pasalnya, kehadiran Kanzo Cafe beri efek negatif untuk masa depan anak muda, Khusus Generasi Z di kota Religius.

Hal itu dapat perhatian dari aktivis muda Tomohon Arter Moningka. Betapa tidak, anak-anak yang masih di bawa umur, dibiarkan bebas meneguk minuman keras (miras) oleh pemilik.

Parahnya pula, anak muda yang diketahui masih duduk di bangku sekolah dan belum cukup umur itu diberikan fasilitas untuk pesta miras hingga dini hari.

Arter Moningka menilai, kegiatan di Kanzo Cafe Tomohon tersebut sudah mengancam masa depan generasi muda di Kota Tomohon.

“Ini jelas sudah mengancam masa depan anak muda kita di sini. Pengelola hanya fokus meraup keuntungan tanpa memikirkan efek buruk dari minuman keras yang tersedia bebas di situ,” ucapnya.

Ia menyebut, kegiatan di tempat itu berpotensi besar merusak cita-cita anak muda Tomohon. Sebab, ia melihat, banyak yang masih sekolah datang dan pesta miras di situ.

“Ini sangat berbahaya. Jangan biarkan masa depan mereka menjadi pemabuk. Habis mabuk, pasti mengarah ke kegiatan negatif, mengganggu kamtibmas, bahkan bisa ke seks bebas,” bebernya.

Untuk itu, Arter meminta, pihak Pemerintah dan aparat Kepolisian mengambil langkah untuk mencegah hancurnya masa depan anak muda akibat pesta miras di tempat hiburan itu.

“Tentu ini harus dicegah. Pemerintah dan aparat Polisi sebaiknya mengambil langkah tegas. Apalagi jam beroperasi sampai dini hari. Ini jelas sudah melanggar aturan. Dan yang terpenting, anak muda kita sangat terancam dengan kehadiran cafe itu,” pungkasnya.

Diketahui, Kanzo Cafe adalah tempat hiburan yang menyediakan berbagai jenis minuman keras, hasil campuran minuman bua-buahan dengan alkohol jenis Cap Tikus. Selain itu, tempat hiburan itu juga menyediakan miras berlabel.

Continue Reading

Hukum dan Kriminal

Kesal karena “Diusir”, Pria ini Nekat Hajar Sepupunya yang Dalam Kondisi Hamil!

Published

on

Pelaku saat diamankan di Polres Tomohon

TOMOHON, – Malangnya nasib PML alias Patricia (37) asal Tomohon Tengah lantaran dianiaya RL alias Richard (46), meski dalam kondisi hamil 8 bulan.

Atas kejadian itu, tim Resmob Polres Tomohon dibawa pimpinan Bima Pusung meringkus Pelaku RL asal Langowan Utara, Minahasa.

Kapolres Tomohon AKBP Lerry Ronald Tutu, SIK MM memaparkan, Sat Reskrim Polres Tomohon telah mengamankan seorang lelaki yang di duga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan.

“Ya, kejadian ini terjadi di Kelurahan Kakaskasen Tiga Kecamatan Tomohon Utara,” ungkap Kapolres didampingi Kasie Humas Polres Tomohon AKP Fredy Sulu, Sabtu (03/02/2024).

Dijelaskan, terduga pelaku RL menganiaya Patricia yang dalam keadaan hamil 8 bulan secara berulang-ulang menggunakan tangan yang mengena pada bagian kepala.

“Itu mengakibatkan korban mengalami rasa sakit pada bagian kepala dan memar pada bagian telinga kiri dan kanan,” beber Kapolres.

Permasalahan, kata Kapolres, dilatar belakangi terduga Pelaku marah dan kesal kepada Korban, karena Korban tidak mengijinkan Pelaku tinggal di rumah yang saat ini ditinggali oleh Korban.

Sementara, pelaku menjelaskan, bahwa rumah tersebut bukan milik korban, melainkan milik dari kakek mereka berdua.

“Sangat disayangkan hal ini bisa terjadi, padahal antara keduanya masih memiliki hubungan saudara, dan hal ini sebenarnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” terang Kapolres.

Dijelaskan, korban sudah melaporkan hal ini ke Polres Tomohon, dan terduga Pelaku sudah diamankan di Polres Tomohon.

“Saat ini korban mendapat perawatan jalan di RS Bethesda Tomohon,” tukas Kapolres Tomohon, seraya menjelaskan bahwa pelaku disangkakan Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

Continue Reading

Hukum dan Kriminal

Polres Tomohon Bekuk Adolf, Warga Tombar yang Nekat Tebas Wajah Korban Karena Cemburu

Published

on

Pelaku saat diamankan Resmob Polres Tomohon

TOMOHON, – Kecemburuan membawa ACS alias Adolf (21), warga Tomohon Barat yang harus mengadu nasib di jeruji besi, pada Sabtu (03/2/2024).

Pasalnya, Adolf nekat menebas wajah korban OL alias Tifen (29) asal Talete 1, Tomohon Tengah, lantaran tak terima pacarnya didekati oleh Korban.

Orang tua korban, Ari Losu (49) langsung melaporkan kejadian tersebut. Dasarnya, laporan Polisi Nomor : LP/53/II/2024/SPKT/Polres Tomohon/Polda Sulawesi Utara, tanggal 3 Februari 2024.

Tim Buser Sat Reskrim Polres Tomohon di Pimpin Aipda Bima Pusung pun langsung mengamankan terduga Pelaku Penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.

Kapolres Tomohon, AKBP Lerry Ronald Tutu, SIK MM membenarkan, pihaknya telah mengamankan pelaku atas dugaan penganiayaan di kost, kelurahan Lansot.

“Ya, telah terjadi tindak pidana menggunakan senjata tajam jenis parang di salah satu tempat kost yang ada di Kelurahan Lansot Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon,” ungkap Kapolres, Sabtu (3/2/2024).

Dari informasi yang diterima, pelapor merupakan ayah dari Korban, karena saat ini Korban sedang di rawat di RS. Gunung Maria Tomohon.

Untuk Terduga Pelaku dan barang bukti sebilah parang, digunakan terduga Pelaku untuk menganiaya Korban, sudah diamankan tim buser di Polres Tomohon,

“Tentunya kasus ini akan di proses seusai Hukum yang berlaku,” terang Kapolres, yang juga dibenarkan Kasie Humas Polres Tomohon Ferdy Sulu.

Kapolres menegaskan, pihaknya tidak akan kompromi dengan oknum-oknum yang sengaja mengganggu stabilitas kamtibmas yang ada di wilayah Hukum Polres Tomohon.

Apalagi, yang sudah melakukan tindak pidana. Untuk itu, kata Kapolres, bagi masyarakat yang melihat atau mengalami perlakuan tindak pidana, agar segera melapor ke pihak Kepolisian, baik Polsek maupun Polres.

Dirinya menghimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas yang ada, apalagi saat ini dalam pelaksanaan kampanye.

“Beberapa hari lagi akan melakukan pemungutan suara pemilu tahun 2024, karena dengan situasi yang aman dan kondusif, maka kita pasti akan merasa nyaman saat beraktivitas,” pungkasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Iptu Stefy Sumolang, S.H., M.H., menjelaskan kronologis kejadian itu. Ia membeberkan, tim Buser telah mengamankan lelaki berinisial ACS alias Adolf warga Kelurahan Taratara 2 Kecamatan Tomohon Barat.

“Pelaku di duga kuat telah melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan parang,” ungkap Kasat.

Terduga Pelaku nekat menganiaya Korban dengan menggunakan parang, karena dilatarbelakangi rasa cemburu, di mana terduga Pelaku marah kepada korban yang mencoba mendekati pacar dari terduga Pelaku.

“Akibat dari penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada wajah bagian pipi sebelah kiri dan mendapat perawatan di RS Gunung Maria Tomohon,” tukasnya.

Diketahui, pelaku disangkakan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Continue Reading

TRENDING