Connect with us

Berita Terkini

DPRD Tomohon Bakal ‘Geruduk’ Kantor Yayasan Medika, jika Tak Respon Surat Panggilan ke Dua

Published

on

Ketua DPRD Tomohon Djemmy Sundah SE

TOMOHON,– Yayasan Medika Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), mangkir saat panggilan pertama dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Tomohon.

Itu sebabnya, DPRD Tomohon bakal menyurati kembali pihak Yayasan Medika untuk hadir dalam Hearing bersama RS Bethesda Tomohon.

Namun, jika surat panggilan kedua tidak direspon lagi, pihak DRPD Tomohon bakal turun langsung ke Kantor Yayasan Medika.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Tomohon Djemmy Sundah SE, Kamis (10/02/22). Dia berpendapat, sikap yang ditunjukkan Yayasan Medika sangat disayangkan.

Pasalnya, saat DPRD Tomohon melayangkan surat panggilan, Yayasan Medika tak hadir tanpa alasan.

“Saya sangat menyayangkan sikap Yayasan Medika. Padahal, ini merupakan waktu yang tepat untuk mediasi dan mendapat jalan keluar atas permasalahan ini,” ucap Sundah.

Untuk itu, lanjut Sundah, kami akan melayangkan kembali surat panggilan kedua. “Ya, jika Yayasan tidak datang lagi, kami (DPRD Tomohon) akan turun langsung ke Kantor Yayasan,” tegasnya.

Atas kejadian ini, kata Sundah, berarti pihak Yayasan Medika yang tidak ada niat dalam menyelesaikan persoalan ini.

Menjadi perhatiannya pula terkait pemblokiran dana operasional. Dia (Sundah-red) menegaskan pihak Yayasan untuk memberi jawaban terkait pemblokiran dana operasional yang berdampak bagi karyawan bahkan pasien yang ada.

“Pegawai, staff, serta pasien yang ada di RS Bethesda adalah masyarakat Tomohon! Kami tidak akan tinggal diam atas permasalahan ini. Masyarakat Tomohon adalah tanggung jawab kami!,” ketusnya.

“Dalam waktu dekat akan kami surati kembali. Saya harap Yayasan dapat meresponnya,” tukas wakil rakyat dari fraksi Partai Golkar itu.

Richard Ering

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *