TONDANO, – Diskusi mengenai Demokrasi Elektoral, begitu menarik untuk dibahas di Negara yang memiliki sejarah demokrasi panjang dan telah teruji dengan model pemberian suara secara konvensional.
Sekelompok anak muda yang menamakan diri Gerakan Minahasa Muda (GMM), memiliki ketertarikan untuk mendiskusikan terkait Demokrasi Elektoral.
Dalam perayaan Hari Ulang Tahun GMM, pada Kamis (28/10/21), dimaknai dengan Diskusi bertema “Resiliensi Kaum Muda dalam Demokrasi Elektoral”, yang juga merupakan tanda Hari Sumpah Pemuda ke-93.
Tak hanya itu, tanggal ‘Emas’ yang bermakna ini, juga menjadi momentum dimana GMM meluncurkan Pusat Studi Demokrasi – Gerakan Minahasa Muda (PSD-GMM) di Tondano.
Nah, Diskusi ini diikuti banyak Pemuda/pemudi Minahasa lewat Media Zoom, dan beberapa dari mereka pun ikut hadir tatap muka, berdiskusi tentang peranan kaum muda yang dianggap penting dalam unsur Demokrasi Elektoral.
Menjadi menarik dalam diskusi ini yakni dengan kehadirannya Narasumber berpengalaman dalam Demokrasi, yaitu Dr Ferry Daud Liando, Meidy Yafeth Tinangon M.Si, dan Rikson Childwan Karundeng, serta Moderator yang tak kalah seru Yubertmaifel Kurniadeo Rawis.
Besar harapan dari para Pematik Diskusi bagi kaum muda dalam peranannya berdemokrasi untuk tetap menjaga dan merawat demokrasi saat ini agar tetap pada tujuannya, bahwa sistem demokrasi adalah jembatan mensejahterakan masyarakat.